Suatu ketika Imam Ghozali
bertanya kepada murid muridnya? Amalan apa yang paling mudah ? muridnya
menjawab dengan jawaban yang kurang tepat, kata beliau amalan yang paling mudah
adalah meninggalkan ibadah (sholat).
Rasulullah bersabda:
اول ما يحاسب يوم القيامة الصلاة
“Sesungguhnya amal manusia yang
pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya”
Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh
amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin
seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat
bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?
Sholat Yang Paling Berat
“Sesungguhnya
shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat
Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya
mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan
merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]
Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling
sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar
keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit
(sampai matahari terbit)
Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan
shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur
dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim
meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.
“Setan
melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur.
Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’.
Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila
ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah
lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia
akan terbawa lamban dan malas”.
“Berikanlah
kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu
Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari
kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Allah akan memberi cahaya yang sangat terang
pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah
(bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak
mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka
sampai mereka masuk surga, Insya Allah.
“Shalat
berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang
sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan
siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang
menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka -
padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika
kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan
shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]
Sedangkan bagi wanita - walau shalat di
masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak
pahalanya, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang
shalat di masjid. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita
mukminah adalah shalat pada permulaan waktu.
Keutamaan Sholat Shubuh
“Barang
siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat
Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan
Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh,
Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim,
At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Banyak permasalahan, yang bila diurut,
bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa
petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai
berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat
jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah
dekat?” (QS Huud:81)
Rutinitas harian dimulainya tergantung pada
pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat,
bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.
Jika
kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu”
(QS Muhammad : 7)
“Sungguh
Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat
dan Maha Perkasa”
(QS Al-Hajj:40)
Tips Menjaga Sholat Shubuh
- Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
- Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
- Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
- Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
- Carilah kawan yang baik (shalih)
- Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
- Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
- Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
- Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)
- Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga
- Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri
Subhanalloh, terimakasih atas ilmunya semoga bapak selalu berkah, mudah-mudahan saya diberi kesholehan. Aamiin.
BalasHapus