Ahmad Sukandar Pendahuluan Ramadhan adalah bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Umat Muslim diwajibkan berpuasa (shaum) sepanjang bulan ini, menahan diri dari makan, minum, serta hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara teologis , puasa di bulan Ramadhan bertujuan agar manusia mencapai derajat takwa (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Namun, dari sisi filosofis dan psikologis , Ramadhan juga dapat dipahami sebagai “sekolah sabar” yang melatih manusia mengembangkan self-control dan transformasi diri. Artikel ini akan menguraikan tema-tema sentral yang muncul dalam diskusi Ramadhan LSPPAI SPs. Uninus, di antaranya: Hakikat sabar dan pertanyaan “apakah sabar ada batasnya?” Konsep self-control dalam perspektif Islam dan psikologi modern. Landasan teologis “mengapa Tuhan mewajibkan puasa di bulan Ramadhan.” Analogi puasa dalam fenomena alam, seperti proses puasa pada ular, ulat, dan beruang. Bukti empiris dan manfaat puasa bagi kese...
Selamat datang di Buya_Uninus – ruang intelektual yang menyatukan warisan keilmuan klasik dengan kearifan dan nilai-nilai keimanan. Di sini, setiap pemikiran dikaji secara kritis dan sistematis dengan landasan empiris, mengacu pada sumber-sumber otoritatif dari tradisi keilmuan Islam maupun pemikiran modern. Blog ini didedikasikan untuk para cendekiawan dan pencari kebenaran yang ingin menggali lebih dalam hubungan sinergis antara ilmu dan iman.