Ahmad Sukandar Pendahuluan Dalam kehidupan seorang Muslim, dosa bukan sekadar pelanggaran aturan agama, tetapi juga ujian yang menguji kualitas iman dan ketulusan hati. Sufyan ats-Tsauri, seorang ulama terkemuka abad ke-2 Hijriah, mengingatkan kita tentang dua sumber maksiat yang berbeda konsekuensinya: syahwat (nafsu) dan kibr (kesombongan). Pernyataannya merujuk pada kisah simbolis dua makhluk: Nabi Adam AS yang diampuni setelah tergelincir syahwat, dan iblis yang terkutuk abadi karena kesombongannya. Fenomena saat ini menunjukkan, banyak Muslim terjebak dalam dosa syahwat seperti pergaulan bebas atau korupsi, sementara sebagian lain terperangkap dalam sikap arogan seperti merasa paling benar atau merendahkan sesama. Padahal, Al-Quran telah mengingatkan: “ Dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu tidak akan pernah menembus bumi dan tidak akan mampu menyamai tinggi gunung-gunung.”* (QS. Al-Isra: 37). Artikel ini ak...
Selamat datang di Buya_Uninus – ruang intelektual yang menyatukan warisan keilmuan klasik dengan kearifan dan nilai-nilai keimanan. Di sini, setiap pemikiran dikaji secara kritis dan sistematis dengan landasan empiris, mengacu pada sumber-sumber otoritatif dari tradisi keilmuan Islam maupun pemikiran modern. Blog ini didedikasikan untuk para cendekiawan dan pencari kebenaran yang ingin menggali lebih dalam hubungan sinergis antara ilmu dan iman.