Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Tasawuf dan Tazkiyatunnafsi

Makan: Ritual yang Menyucikan Jiwa di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia

  Makan: Ritual yang Menyucikan Jiwa di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia ahmad sukandar Di era serbacepat yang ditandai  oleh  instant noodles  dan  food delivery apps , makan sering direduksi menjadi sekadar pengisian energi. Lidah dikejar rasa, perut dipenuhi, tapi jiwa kerap tetap lapar. Islam justru mengajarkan kita untuk memperlakukan makan sebagai  ritual sakral  — sebuah meditasi yang mengingatkan kita pada hakikat hidup:  kita tidak pernah benar-benar "memiliki" sesuap nasi pun . Segala sesuatu adalah milik-Nya, dan Bismillah adalah kunci untuk membuka kesadaran itu. 1. "Bismillah": Deklarasi Kedaulatan Ilahi di Atas Piring Kita Ketika kita mengucap   Bismillah , kita sedang menolak narasi modern yang menjadikan manusia sebagai "tuan" atas segalanya. Di tengah budaya   self-made success   dan   hustle culture , kalimat ini mengingatkan: "Bukan keahlianmu yang menghasilkan rezeki ini. Ini adalah hadiah dari Yang Maha Memberi." R...

RAMADHAN SEBAGAI “SEKOLAH SABAR” Menyelami Hakikat Puasa, Self-Control, dan Transformasi Diri

Ahmad Sukandar  Pendahuluan Ramadhan adalah bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Umat Muslim diwajibkan berpuasa (shaum) sepanjang bulan ini, menahan diri dari makan, minum, serta hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara teologis , puasa di bulan Ramadhan bertujuan agar manusia mencapai derajat takwa (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Namun, dari sisi filosofis dan psikologis , Ramadhan juga dapat dipahami sebagai “sekolah sabar” yang melatih manusia mengembangkan self-control dan transformasi diri. Artikel ini akan menguraikan tema-tema sentral yang  muncul dalam diskusi Ramadhan LSPPAI SPs. Uninus, di antaranya: Hakikat sabar dan pertanyaan “apakah sabar ada batasnya?” Konsep self-control dalam perspektif Islam dan psikologi modern. Landasan teologis “mengapa Tuhan mewajibkan puasa di bulan Ramadhan.” Analogi puasa dalam fenomena alam, seperti proses puasa pada ular, ulat, dan beruang. Bukti empiris dan manfaat puasa bagi kese...

PERMAAFAN DALAM ISLAM: MENJALIN HARMONI SPIRITUAL DAN TRANSFORMASI EMOSIONAL (Suatu Tinjauan atas Konsep Pengampunan dalam Ajaran Islam dan Kerangka “Forgiveness Is a Choice” karya Robert D. Enright)

Ahmad Sukandar Abstrak Artikel ini membahas konsep permaafan dalam perspektif Islam dan mengaitkannya dengan kerangka yang ditawarkan oleh Robert D. Enright dalam bukunya Forgiveness Is a Choice . Dalam Islam, permaafan (al-ʿafw) bukan hanya sekadar anjuran moral, tetapi juga manifestasi sifat Ilahi yang diinternalisasikan ke dalam kehidupan sosial umat. Sementara itu, Enright menawarkan pendekatan psikologis yang menekankan bahwa memaafkan adalah sebuah proses bertahap dan pilihan pribadi yang dapat membawa kesembuhan emosional. Dengan menggabungkan kedua sudut pandang ini, artikel ini menunjukkan bahwa permaafan tidak hanya memulihkan relasi sosial dan spiritual (ḥablum minannās dan ḥablum minallāh), tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan batin. Kata Kunci: Permaafan, al-ʿafw, Forgiveness Is a Choice, Robert D. Enright, Islam, kesejahteraan emosional, ḥablum minallāh, ḥablum minannās 1. Pendahuluan Permaafan atau pengampunan menempati posisi penting dalam ajaran Isl...

MANAJEMEN PIKIRAN: PENDEKATAN HOLISTIK BERBASIS TEOLOGI ISLAM UNTUK PENCAPAIAN TUJUAN HIDUP

Oleh: Ahmad Sukandar   Abstrak Manajemen pikiran tidak hanya tentang produktivitas, tetapi juga penyelarasan antara akal, hati, dan tujuan penciptaan manusia (teleologi). Artikel ini mengkaji strategi pengelolaan pikiran holistik yang memadukan prinsip neurosains, psikologi kognitif, dan nilai-nilai Islam. Melalui analisis konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), muraqabah (kesadaran ilahiah), dan niyyah (niat), artikel ini menawarkan kerangka kerja untuk mengubah pengetahuan menjadi kebiasaan, lalu menjadi karakter (akhlak), yang bermuara pada pembentukan insan kamil (manusia paripurna). Studi kasus dan aplikasi praktis disajikan untuk memperkuat relevansi konsep dalam kehidupan modern.    Pendahuluan Manajemen pikiran kerap dibahas dalam literatur produktivitas modern (Kadavi, 2023; Newport, 2016), namun jarang dikaitkan dengan dimensi teleologis dan spiritual. Padahal, dalam Islam, pengelolaan pikiran (tadbir al-‘aql ) adalah fondasi untuk mencapai tujuan h...