Langsung ke konten utama

Postingan

Kerangka Berpikir: Analisis Tafsir Tarbawi tentang Pendidikan Anak dalam QS. At-Tahrim Ayat 6 menurut Tafsir al-Misbah dan Ibnu Katsir

Kerangka Berpikir: Analisis Tafsir Tarbawi tentang Pendidikan Anak dalam QS. At-Tahrim Ayat 6 menurut Tafsir al-Misbah dan Ibnu Katsir Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan anak melalui pendekatan tafsir tarbawi dengan membandingkan perspektif dua karya tafsir terkemuka. Kerangka berpikir berikut menunjukkan alur logis dan hubungan antar konsep yang akan dikaji dalam penelitian ini. Landasan Teoretis Konsep Tafsir Tarbawi Tafsir tarbawi merupakan pendekatan interpretasi Al-Qur'an yang menekankan pada aspek pendidikan, pengembangan pribadi, dan kemanfaatan sosial. Pendekatan ini bertujuan untuk mendidik dan membimbing individu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran Al-Qur'an serta mendorong implementasi nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan anak, tafsir tarbawi membantu mengembangkan karakter, kepemimpinan, nilai-nilai sosial, dan kesadaran spiritual secara holistik. Fondasi Epistemologis Tafsir tarbawi lahir u...

Mewaspadai Pendekatan Militeristik dalam Pendidikan: Refleksi Kritis atas Temuan KPAI dan Tawaran Solusi Berbasis Pendidikan Islam

Mewaspadai Pendekatan Militeristik dalam Pendidikan: Refleksi Kritis atas Temuan KPAI dan Tawaran Solusi Berbasis Pendidikan Islam Oleh: Ahmad Sukandar Abstrak Laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tentang program pendidikan barak militer ala Dedi Mulyadi mengungkap berbagai pelanggaran terhadap prinsip dasar pendidikan dan hak anak. Artikel ini menganalisis temuan tersebut dari perspektif ilmu pendidikan dan manajemen pendidikan, sekaligus menawarkan solusi berbasis pendidikan Islam. Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman, membebaskan, dan memberdayakan anak, bukan ajang intimidasi terselubung dengan dalih pembentukan karakter. Dalam konteks ini, nilai-nilai pendidikan Islam yang menekankan kasih sayang, penghormatan terhadap fitrah anak, dan keteladanan menjadi alternatif paradigmatik yang sangat relevan. Pendahuluan Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak dan merupakan pilar utama pembentukan kepribadian, akhlak, dan peradaban. Namun, ketika pendidikan disalahartika...

KEPEMIMPINAN DAN TATA KELOLA (GOVERNANCE) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

  KEPEMIMPINAN DAN TATA KELOLA (GOVERNANCE) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Ahmad Sukandar Abstrak Kepemimpinan yang kuat dan tata kelola yang efektif memegang peran penting dalam pencapaian mutu pendidikan. Artikel ini mengkaji ketimpangan kapasitas kepemimpinan Pendidikan Agama Islam (PAI) di satuan pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) Indonesia. Berbagai studi dan data menunjukkan bahwa sekolah di wilayah 3T menghadapi kekurangan tenaga pendidik dan kepala sekolah berkompetensi memadai. Kondisi ketimpangan ini berdampak negatif terhadap mutu pembelajaran dan keberlanjutan penanaman nilai-nilai keislaman. Hasil literatur mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang efektif berkorelasi positif dengan pencapaian siswa dan kualitas manajemen sekolah. Untuk mengatasi persoalan tersebut, dibahas pendekatan tata kelola berbasis komunitas lokal, seperti penguatan peran komite sekolah dan lembaga keagamaan setempat, serta pemanfaatan teknologi pendidikan (edtech). Model...

Meneruskan Semangat Hardiknas: Transformasi Pendidikan Indonesia di Tengah Arus Disrupsi dan Ketimpangan

Meneruskan Semangat Hardiknas: Transformasi Pendidikan Indonesia di Tengah Arus Disrupsi dan Ketimpangan Ahmad Sukandar Pendahuluan Setiap 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk penghormatan terhadap Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan nasional, yang mewariskan filosofi “Tut Wuri Handayani” (mendorong dari belakang dengan memberi ruang kemandirian). Di tengah dinamika global seperti revolusi teknologi, krisis iklim, dan polarisasi sosial, pendidikan tidak hanya menjadi instrumen mobilitas vertikal individu, tetapi juga pondasi ketahanan bangsa. Artikel ini merefleksikan progres, tantangan, dan solusi sistem pendidikan Indonesia dalam perspektif kekinian, dengan menekankan pada integrasi kebijakan inklusif, peningkatan kualitas guru, dan kolaborasi multipihak. I . Pendidikan sebagai Poros Pembangunan SDM di Era VUCA Era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) menuntut sistem pendidikan yang adaptif. Berdasarkan laporan Wor...

"Beyond Law: The Metaphysical Foundations of Hanafi Jurisprudence in al-Fiqh al-Akbar" Mengapa Akidah adalah "Fikih Terbesar" dalam Pemikiran Imam Abu Hanifah?

  "Beyond Law: The Metaphysical Foundations of Hanafi Jurisprudence in al-Fiqh al-Akbar" Mengapa Akidah adalah "Fikih Terbesar" dalam Pemikiran Imam Abu Hanifah? Ahmad Sukandar Abstrak Kitab  al-Fiqh al-Akbar  karya Imam Abu Hanifah (w. 150 H) sering dianggap paradoks: meski bernama "fikih" (hukum Islam), isinya membahas akidah, bukan hukum praktis. Artikel ini membongkar makna filosofis di balik penamaan tersebut dengan mengeksplorasi konsep  "al-Fiqh al-Akbar"  (Pemahaman Terbesar) dan  "al-Fiqh al-Asghar"  (Pemahaman Kecil) dalam tradisi Hanafi. Melalui analisis historis-tekstual, artikel ini menunjukkan bahwa pemisahan hierarkis ini bukan hanya terminologis, tetapi merefleksikan epistemologi Islam klasik yang menempatkan teologi sebagai fondasi etika dan hukum. Dengan merujuk manuskrip primer dan studi kontemporer, artikel ini membuktikan bahwa kegagalan memahami "fikih akidah" akan mengerdilkan hukum Islam menjadi ...

Inovasi sebagai Faktor Pendukung Kemajuan Lembaga Pendidikan

  Inovasi sebagai Faktor Pendukung Kemajuan Lembaga Pendidikan Abstrak Inovasi menjadi elemen kunci dalam dinamika pengembangan lembaga pendidikan, termasuk institusi Islam. Artikel ini mengkaji konsep inovasi pendidikan, peranannya dalam peningkatan mutu, jenis-jenis inovasi, proses manajerial inovasi, serta tantangan dan rekomendasi implementasi. Metode kajian pustaka diambil dari jurnal-jurnal terbaru dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa inovasi—baik dalam kurikulum, metode, teknologi, maupun layanan—mendorong efektivitas pembelajaran, responsivitas terhadap perubahan zaman, dan keberlanjutan lembaga.   1. Pendahuluan Perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi memaksa lembaga pendidikan untuk terus berinovasi agar tetap relevan dan kompetitif. Inovasi tidak sekadar penerapan gagasan baru, tetapi juga proses sistemik yang mencakup ideasi, eksperimen, dan institutionalization (Shen, 2008) Oxford Research Encyclopedia . Dalam konteks pendidikan Islam, i...