Ibadah shalat adalah ibadah pokok. Shalat menempati kedudukan tinggi dalam Islam. Adalah rukun
kedua dan berfungsi sebagai tiang agama. Rasulullah bersabda,
رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ
Induk segala perkara (agama) ialah Islam (syahadatain), dan tiangnya ialah shalat.
Induk segala perkara (agama) ialah Islam (syahadatain), dan tiangnya ialah shalat.
Seluruh syariat para rasul menganjurkan dan memotivasi umatnya untuk menunaikannya, sebagaimana Allah berfirman menjelaskan do’a Nabi Ibrohim Alaihissallam :
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Rabbku, jadikanlah aku dan anak-cucuku, orang-orang yang
tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan do’aku. [Ibrahim:40].
Dan mengisahkan Nabi Ismail Alaihissallam :
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بَالصَّلاَةِ
وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا
Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya. [Maryam :55
Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya. [Maryam :55
Demikian juga menyampaikan berita kepada Nabi Musa Alaihissallam :
إِنَّنِى أَنَا اللهُ لآإِلَهَ إِلآأَنَا
فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku
ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan
dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [Thaha :14].
Nabi Isa Alaihissallam menceritakan nikmat yang diperolehnya dalam Al Qur’an:
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَاكُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاَةِ
وَالزَّكَاةِ مَادُمْتُ حَيًّا
Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku
berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan)
zakat selama aku hidup. [Maryam :31].
Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengambil perjanjian Bani
Israil untuk menegakkan shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِى إِسْرَاءِيلَ لاَ تَعْبُدُونَ إِلاَّ
اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُو الصَّلاَةَ وَءَاتُوا
الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلاَّ قَلِيلاً مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. [Al Baqarah :83].
Demikian juga Allah memerintahkan hal itu kepada Nabi Muhamad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam firmanNya:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لاَنَسْئَلُكَ
رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa. [Thaha:132].
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa. [Thaha:132].
Demikian tinggi kedudukan shalat dalam Islam, sampai
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya sebagai pembeda antara
mukmin dan kafir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ
تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Perjanjian antara aku dan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka telah berbuat kekafiran.[3]
Memang, seseorang yang meninggalkan shalat, akan lebih mudah meninggalkan yang lainnya. Kemudian terputuslah hubungannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Abu Bakar Ash Shidiq menyatakan dalam surat Beliau kepada
Umar,“Ketahuilah, perkara yang paling penting padaku ialah shalat. Karena
seseorang yang meninggalkannya, akan lebih mudah meninggalkan yang lainnya. Dan
ketahuilah, Alah Subhanahu wa Ta’ala memiliki satu hak pada malam hari yang
tidak diterimaNya pada siang hari. Dan satu hak pada siang hari yang tidak
diterimaNya pada malam hari. Allah tidak menerima amalan sunnah, sampai
(seseorang) menunaikan kewajiban.” [4]
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صَلاَةُ الْجَمَاعَة أفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ
وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah lebih afdhal daripada shalat sendirian
sebanyak 27 kali lipat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
صَلاةُ الرَّجُلِ في جَمَاعةٍ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتهِ
وفي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا، وَذلِكَ أَنَّهُ إذَا تَوَضَّأ
فَأحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إلى المَسْجِدِ، لا يُخرِجُهُ إلاَّ الصَّلاةُ،
لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّتْ عَنهُ بِهَا
خَطِيئَةٌ، فَإذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ المَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ
في مُصَلاَّهُ، مَا لَمْ يُحْدِث، تقولُ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيهِ، اللَّهُمَّ
ارْحَمْهُ، وَلاَ يَزَالُ في صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ
“Sesungguhnya shalat
seseorang secara berjamaah dilipatgandakan 25 kali lipat daripada dia shalat di
rumahnya atau di pasarnya. Jika dia berwudhu, kemudian dia baguskan wudhunya,
dan dia tidak ke masjid kecuali dia hendak shalat, maka dia tidak melangkahkan
satu langkah kakinya kecuali diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya. Dan
jika dia shalat maka para malaikat senantiasa mendoakannya selama dia masih
tetap di tempat shalatnya dan tidak berhadas. Para malaikat berkata, “Ya Allah
angkatlah derajatnya, rahmatilah dia,” dan dia senantiasa dalam kondisi shalat
selama dia menunggu shalat berikutnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim dan hadits ini
lafadz Al-Bukhari)
Berikut 13 Keutamaan dan Pahala Shalat Berjamaah
di Masjid :
1. Pahala Langkah Kaki
"Seorang yang berjalan ke
mesjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu
dosa, dan dinaikan satu derajat oleh ALLAH SWT" (HR.Ibnu Majah &
Muslim)
Maka dari itu pada saat hendak
pergi dan pulang dari masjid disunnahkan untuk mengambil jalan yang berbeda,
tidak menggunakan jalan yang sama.
Hal tersebut juga sangat
berpengaruh terhadap otak manusia yang mencoba hal baru guna meningkatkan
kreativitas secara tidak langsung.
2. Pahala Menunggu Waktu Shalat
Banyak diantara kita yang
berangkat ke masjid yang on-time atau pas adzan baru berangkat dengan alasan
ada aktivitas yang nanggung atau biar efisien waktu nya. Tapi yang luar
biasanya ternyata,
Ketika kita datang lebih awal ke
mesjid untuk menunggu datangnya waktu shalat, kita sebenarnya mendapatkan
pahala yang besar, dan sebaiknya gunakan waktu menunggu itu untuk berdzikir dan
sekalian beristirahat dari pada nongkrong diwarung pada sesaat sebelum
datangnya waktu shalat.
"Orang yang menunggu shalat
dimesjid akan diberi pahala seperti shalat" (HR.Bukhari)
Hadist tersebut mengatakan jika
kita menunggu waktu datangnya shalat dimesjid maka waktu menunggu nya tersebut
akan diberi pahala seperti pahala shalat. Coab lakukanlah, dan rasakan
manfaatnya, dan yang terpenting itu adalah sunnah.
3. Di do'akan oleh
Malaikat
Malaikat pun berdoa "Ya Allah ampunilah
dia, Ya Allah ampunilah dia" tanpa henti sampai waktu shalat tiba.
Malaikat akan berdoa seperti itu kepada orang-orang yang menunggu datangnya
waktu shalat berjamaah di masjid.
4. Mendapat Perlindungan pada Hari Kiamat
"Ada tujuh golongan yang dinaungi kelak. Dan satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang-orang itulah yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah saat kiamat kelak" (HR. Bukhari)
5. Doa Malaikat untuk shaf pertama
Tentunya jika kita datang lebih awal ke mesjid untuk shalat berjamaah, kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih salah satunya mendapatkan shaf pertama, sebagaimana disebutkan :
"Sesungguhnya para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama" (HR. Ibnu Hibban)
Menanggapi sabda Beliau (Rasulullah SAW) , para sahabat bertanya , "Apakah juga kepada orang-orang yang berada di shaf kedua wahai Rasulullah ?"
Kemudian Rasulullah berkata , "Juga kepada orang-orang di shaf kedua ."
(HR. Ahmad dan Ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
6. 119 Pahala Dan Subuh
Ciri orang munafik salah satunya adalah tidak bisa melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Keutamaan Shalat Berjamaah pada waktu subuh itu akan mendapatkan pahala sebanyak 119 kali dibandingkan Shalat Munfarid. sebagaimana hadist menyebutkan,
"Seseorang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatkan pahala 119 kali dibanding shalat sendiri" (HR. Muslim)
7. 59 Pahala Dan Isya
Tidak melaksanakan shalat isya merupakan salah satu dari sekian banyak ciri orang munafik, karena pada waktu ini orang munafik akan menyepelekan shalat isya dikarenakn waktu isya yang sangat panjang dan waktu ini pula orang mulai beristirahat.
Padahal seberapa panjang waktu shalat tersebut, umur manusia tidak ada yang tau, maut bisa datang kapan saja. sebagaimana hadist mengungkapkan seberapa besar pahala shalat berjamaah isya.
"Seseorang yang melaksanakan shalat isya berjamaah , maka dia akan mendapatkan pahala 59 kali lipat" (HR. Muslim)
8. Dzuhur, Ashar , Magrib dan 27 Pahala
"Kalau shalat dzuhur jamaah , ashar jamaah, dan magrib jamaah masing-masing dilipatk gandakan 27 kali kalau kita laksanakan secara jamaah" (HR. Muslim)
9. Pahala shalat berjamaah ketika sakit
Sakit merupakan anugerah, nikmat dan sekaligus ujian, dari Allah kepada Hambanya, agar selalu bersyukur terhadap nikmatnya sehat, agar ketika diberi kesehatan itu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebaikan dan menjalankan perintah Allah.
Diantaranya shalat berjamaah di mesjid , akan tetapi bagi orang yang sakit akan diberikan pahala yang sama seperti orang shalat berjamaah di mesjid apabila orang tersebut melaksanakan shalat saat sakit secara munfarid.
Dengan Syarat , orang tersebut selama sehat selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid. sebagaimana hadist riwayat mengungkapkan :
"Ketika sakit dan tidak bisa ke mesjid (padahal setiap terbiasa ke masjid). Pada saat kita tidak ke masjid dan shalat di rumah, kita akan dapat pahala yang sama seperti waktu shalat di masjid" (HR. Abu Daud)
10. Terhindar dari sifat munafik
Orang munafik itu menyepelekan shalat berjamaah di masjid, kenapa? karena Allah memperbolehkan shalat munfarid, dan dengan persepsi orang munafik pula shalat bisa dilakukan dirumah, apalagi laki-laki, tempat shalat nya seorang laki-laki itu di mesjid, bukan dirumah.
Adapula tanda orang munafik lainnya ialah dilihat pada shalat subuh dan isya nya, sebagai mana hadist berikut,
"Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq dari pada shalat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung didalam kedua shalat itu , pastilah mereka mendatangi (MASJID tempat) kedua shalat itu meskipun dengan merangkak." (HR. Bukhari)
11. Jadi Sebab diampuninya dosa oleh ALLAH SWT
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
"Jika imam mengucapkan "Ghoiril maghdhubi'alaihim waladhdholliin", maka ucapkan "amin" karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan "amin" bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Hadist lain pun menyebutkan ,
"Barangsiapa yang berwudhu untuk shalat dan menyempurnakan wudhunya, lalu berjalan untuk menunaikan shalat dan ia shalat bersama manusia atau berjama'ah atau di dalam masjid , maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya."
12. Disiplin dan akhlak mulia
Keutamaan shalat berjamaah di masjid mengajarkan manusia untuk disiplin, baik disiplin waktu atau pun disiplin prilaku, misalnya disiplin tepat waktu dalam waktu sholat atau disiplin pada tata cara gerakan shalat nya itu sendiri.
Jika kita shalat berjamaah kita akan disiplin mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya. Hal ini melatih kedisiplinan dalam menghilangkan ego, perbedaan dan dengan penuh kerendahan hati , taat pada pemimpinnya, yaitu imam.
13. Muncul dan tumbuh persaudaraan, kasih sayang, merata dan persamaan
Jika manusia bertemu 5kali dalam satu hari , tentunya akan menumbuhkan kasih sayang diantara sesama muslim. dan apabila suatu waktu ada saudara sesama muslim yang biasa berjamaah tapi kemudian beberapa waktu tidak terlihat di masjid.
4. Mendapat Perlindungan pada Hari Kiamat
"Ada tujuh golongan yang dinaungi kelak. Dan satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang-orang itulah yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah saat kiamat kelak" (HR. Bukhari)
5. Doa Malaikat untuk shaf pertama
Tentunya jika kita datang lebih awal ke mesjid untuk shalat berjamaah, kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih salah satunya mendapatkan shaf pertama, sebagaimana disebutkan :
"Sesungguhnya para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama" (HR. Ibnu Hibban)
Menanggapi sabda Beliau (Rasulullah SAW) , para sahabat bertanya , "Apakah juga kepada orang-orang yang berada di shaf kedua wahai Rasulullah ?"
Kemudian Rasulullah berkata , "Juga kepada orang-orang di shaf kedua ."
(HR. Ahmad dan Ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
6. 119 Pahala Dan Subuh
Ciri orang munafik salah satunya adalah tidak bisa melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Keutamaan Shalat Berjamaah pada waktu subuh itu akan mendapatkan pahala sebanyak 119 kali dibandingkan Shalat Munfarid. sebagaimana hadist menyebutkan,
"Seseorang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatkan pahala 119 kali dibanding shalat sendiri" (HR. Muslim)
7. 59 Pahala Dan Isya
Tidak melaksanakan shalat isya merupakan salah satu dari sekian banyak ciri orang munafik, karena pada waktu ini orang munafik akan menyepelekan shalat isya dikarenakn waktu isya yang sangat panjang dan waktu ini pula orang mulai beristirahat.
Padahal seberapa panjang waktu shalat tersebut, umur manusia tidak ada yang tau, maut bisa datang kapan saja. sebagaimana hadist mengungkapkan seberapa besar pahala shalat berjamaah isya.
"Seseorang yang melaksanakan shalat isya berjamaah , maka dia akan mendapatkan pahala 59 kali lipat" (HR. Muslim)
8. Dzuhur, Ashar , Magrib dan 27 Pahala
"Kalau shalat dzuhur jamaah , ashar jamaah, dan magrib jamaah masing-masing dilipatk gandakan 27 kali kalau kita laksanakan secara jamaah" (HR. Muslim)
9. Pahala shalat berjamaah ketika sakit
Sakit merupakan anugerah, nikmat dan sekaligus ujian, dari Allah kepada Hambanya, agar selalu bersyukur terhadap nikmatnya sehat, agar ketika diberi kesehatan itu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebaikan dan menjalankan perintah Allah.
Diantaranya shalat berjamaah di mesjid , akan tetapi bagi orang yang sakit akan diberikan pahala yang sama seperti orang shalat berjamaah di mesjid apabila orang tersebut melaksanakan shalat saat sakit secara munfarid.
Dengan Syarat , orang tersebut selama sehat selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid. sebagaimana hadist riwayat mengungkapkan :
"Ketika sakit dan tidak bisa ke mesjid (padahal setiap terbiasa ke masjid). Pada saat kita tidak ke masjid dan shalat di rumah, kita akan dapat pahala yang sama seperti waktu shalat di masjid" (HR. Abu Daud)
10. Terhindar dari sifat munafik
Orang munafik itu menyepelekan shalat berjamaah di masjid, kenapa? karena Allah memperbolehkan shalat munfarid, dan dengan persepsi orang munafik pula shalat bisa dilakukan dirumah, apalagi laki-laki, tempat shalat nya seorang laki-laki itu di mesjid, bukan dirumah.
Adapula tanda orang munafik lainnya ialah dilihat pada shalat subuh dan isya nya, sebagai mana hadist berikut,
"Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq dari pada shalat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung didalam kedua shalat itu , pastilah mereka mendatangi (MASJID tempat) kedua shalat itu meskipun dengan merangkak." (HR. Bukhari)
11. Jadi Sebab diampuninya dosa oleh ALLAH SWT
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
"Jika imam mengucapkan "Ghoiril maghdhubi'alaihim waladhdholliin", maka ucapkan "amin" karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan "amin" bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Hadist lain pun menyebutkan ,
"Barangsiapa yang berwudhu untuk shalat dan menyempurnakan wudhunya, lalu berjalan untuk menunaikan shalat dan ia shalat bersama manusia atau berjama'ah atau di dalam masjid , maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya."
12. Disiplin dan akhlak mulia
Keutamaan shalat berjamaah di masjid mengajarkan manusia untuk disiplin, baik disiplin waktu atau pun disiplin prilaku, misalnya disiplin tepat waktu dalam waktu sholat atau disiplin pada tata cara gerakan shalat nya itu sendiri.
Jika kita shalat berjamaah kita akan disiplin mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya. Hal ini melatih kedisiplinan dalam menghilangkan ego, perbedaan dan dengan penuh kerendahan hati , taat pada pemimpinnya, yaitu imam.
13. Muncul dan tumbuh persaudaraan, kasih sayang, merata dan persamaan
Jika manusia bertemu 5kali dalam satu hari , tentunya akan menumbuhkan kasih sayang diantara sesama muslim. dan apabila suatu waktu ada saudara sesama muslim yang biasa berjamaah tapi kemudian beberapa waktu tidak terlihat di masjid.
Komentar
Posting Komentar