Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

KHATMUL QUR’AN DAN TRANSFORMASI DIRI: MEMBACA KITAB SUCI SEBAGAI CERMIN KEHIDUPAN

 Ahmad Sukandar Pendahuluan Khatmul Qur’an di bulan Ramadhan bukan sekadar ritual mekanis atau tradisi simbolis, melainkan  proses transformatif  yang mengajak manusia untuk bercermin pada dua dimensi kebenaran: ayat-ayat  qauliyyah  (tertulis) dan ayat-ayat  kauniyyah  (alam semesta). Narasi ini mengalir dari  tilawah  (membaca) menuju  tafakkur  (merenung), dan dari  huruf  (simbol) menuju  hikmah  (esensi kebijaksanaan) Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum umat Muslim untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan emas untuk melakukan  khatmul Qur’an —menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an secara utuh. Namun, di tengah euforia "target khatam", esensi khatmul Qur’an sering kali tereduksi menjadi ritual tahunan yang minim transformasi. Padahal, Al-Qur’an sendiri menegaskan perannya sebagai  “cermin”  yang memantulkan hakikat diri manusia: ﴿كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ...

Pentingnya Pengembangan Soft Skills pada Guru dan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

  Ahmad Sukandar Abstrak Perkembangan zaman yang ditandai dengan globalisasi, transformasi digital, dan dinamika dunia kerja menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Soft skills —yang mencakup keterampilan interpersonal, komunikasi, kecerdasan emosional, dan kepemimpinan—menjadi faktor kunci dalam menunjang efektivitas guru dan kepala sekolah. Artikel ini mengkaji pentingnya pengembangan soft skills di lingkungan pendidikan melalui tinjauan empiris dan literatur terkini. Diskusi difokuskan pada peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang inspiratif dan pada kepala sekolah sebagai pemimpin visioner, dengan implikasi praktis bagi peningkatan mutu pendidikan. 1. Pendahuluan Perkembangan pendidikan modern tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi pelajaran (hard skills) melainkan juga oleh soft skills yang mendukung interaksi, manajemen kelas, serta kepemimpinan. Di era transformasi digital, soft skills menjadi krusial dalam ...

RAMADHAN SEBAGAI “SEKOLAH SABAR” Menyelami Hakikat Puasa, Self-Control, dan Transformasi Diri

Ahmad Sukandar  Pendahuluan Ramadhan adalah bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Umat Muslim diwajibkan berpuasa (shaum) sepanjang bulan ini, menahan diri dari makan, minum, serta hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara teologis , puasa di bulan Ramadhan bertujuan agar manusia mencapai derajat takwa (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Namun, dari sisi filosofis dan psikologis , Ramadhan juga dapat dipahami sebagai “sekolah sabar” yang melatih manusia mengembangkan self-control dan transformasi diri. Artikel ini akan menguraikan tema-tema sentral yang  muncul dalam diskusi Ramadhan LSPPAI SPs. Uninus, di antaranya: Hakikat sabar dan pertanyaan “apakah sabar ada batasnya?” Konsep self-control dalam perspektif Islam dan psikologi modern. Landasan teologis “mengapa Tuhan mewajibkan puasa di bulan Ramadhan.” Analogi puasa dalam fenomena alam, seperti proses puasa pada ular, ulat, dan beruang. Bukti empiris dan manfaat puasa bagi kese...

RAMADHAN SEBAGAI SEKOLAH SABAR: MEMBANGUN MENTALITAS TANGGUH UNTUK 11 BULAN BERIKUTNYA

  ahmad sukandar Pendahuluan Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Dalam Al-Qur’an, puasa diwajibkan bagi orang-orang beriman agar mereka bertakwa (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, Ramadhan adalah momentum untuk membentuk kepribadian dan mentalitas yang tangguh. Ibarat “sekolah sabar”, Ramadhan melatih umat Muslim untuk mengendalikan diri, menahan amarah, mengelola hawa nafsu, serta menumbuhkan empati sosial. Berbagai penelitian pun menunjukkan bahwa praktik puasa dapat berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental (Hassan, 2015). Dengan demikian, Ramadhan menjadi titik tolak untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan selama 11 bulan berikutnya. Mind Map di bawah terlampir  menggambarkan tiga kerangka besar yang dapat menjadi panduan kita: Nilai-Nilai Ramadhan sebagai Sekolah Sabar Strategi Membangun Mentalitas Tangguh Penerapan dalam 11 Bulan Berikutnya Artikel ini akan menguraikan ketiga kerangka tersebut secara...

Pendekatan Teologis dan Teoritis dalam Pembagian Zakat Fitrah Berdasarkan 8 Asnaf: Fokus pada Hak Amilin

  Ahmad Sukandar Abstrak Artikel ini mengkaji landasan teologis dan teoritis dalam pembagian zakat fitrah kepada 8 asnaf sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an (Qs. At-Taubah: 60). Fokus utama diberikan pada penentuan persentase untuk hak amilin, yakni pihak yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Dengan mengacu pada prinsip-prinsip keseimbangan antara keadilan sosial, efisiensi penyaluran, dan keabsahan syariah, artikel ini menyajikan kajian literatur dari tafsir klasik, pemikiran kontemporer, serta studi empiris terkait efektivitas distribusi zakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Al-Qur’an tidak memberikan angka pasti, pendekatan normatif dan empiris dapat mengarahkan pada alokasi relatif yang optimal, di mana hak amilin sebaiknya mendapatkan porsi minimal (misalnya sekitar 5% dari total zakat) agar dana zakat lebih banyak tersalurkan kepada penerima yang membutuhkan. Pendahuluan Zakat fitrah merupakan kewajiban umat Islam pada akhir Ramadhan yang ...

Integrasi Kebiasaan Berkinerja Tinggi untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah: Suatu Pendekatan Praktis Berbasis Empiris

  ahmad sukandar Abstrak Peningkatan mutu pendidikan sangat bergantung pada kinerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah. Artikel ini mengintegrasikan konsep High Performance Habits karya Brendon Burchard (2017) ke dalam konteks pendidikan, dengan meninjau sepuluh kebiasaan berkinerja tinggi dan penerapannya pada lingkungan sekolah. Dengan mengaitkan konsep tersebut dengan teori-teori pengembangan diri dan kepemimpinan—seperti teori penetapan tujuan (Locke & Latham, 2002), growth mindset (Dweck, 2006), serta literatur mengenai kecerdasan emosional (Goleman, 1995) dan iklim sekolah (Cohen et al., 2009)—artikel ini menawarkan kerangka praktis yang dapat diadaptasi oleh guru dan kepala sekolah guna meningkatkan efektivitas, inovasi, dan motivasi dalam lingkungan pendidikan. Kata Kunci: kinerja guru, kepala sekolah, high performance habits, peningkatan mutu pendidikan, kepemimpinan Pendahuluan Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Dalam k...